Oleh karena itu, calon jemaah pria perlu memahami setiap tahapan ibadah sejak sebelum keberangkatan agar tidak terjadi kekeliruan selama berada di Tanah Suci.
Daftar Isi
TogglePersiapan Sebelum Menjalankan Tata Cara Umroh Pria
Sebelum memulai rangkaian ibadah, penting untuk memahami berbagai syarat umroh, rukun, dan larangannya agar ibadah dapat dilakukan dengan sempurna sesuai tuntunan.
Tata Cara Umroh Pria Step by Step
1. Mandi Junub Sebelum Menuju Miqat
Tata cara umroh pria dimulai dengan mandi junub atau mandi wajib sebelum berangkat menuju miqat. Miqat adalah tempat dimulainya ihram atau niat umroh.
Beberapa sunnah yang dianjurkan sebelum ihram antara lain memakai wangi-wangian, memotong kuku, serta merapikan rambut dan jenggot.
2. Mengenakan Pakaian Ihram
Setelah membersihkan diri, jamaah pria mengenakan pakaian ihram berupa dua helai kain putih tanpa jahitan. Satu kain digunakan sebagai penutup tubuh bagian bawah, dan satu lagi diselempangkan di bagian atas.
3. Membaca Niat Ihram
Setibanya di miqat, jamaah pria membaca niat ihram dan mengucapkan talbiyah:
Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik, innal-hamda wan-ni’mata laka wal-mulk, la syarika lak.
Artinya: “Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya pujian dan nikmat adalah milik-Mu, begitu pula kerajaan (juga milik-Mu).”
Talbiyah dibaca hingga tiba di Masjidil Haram dan melihat Ka’bah.
4. Melakukan Tawaf 7 Putaran
Setibanya di Masjidil Haram, jamaah pria melakukan tawaf dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran, dimulai dari Hajar Aswad.
Pada tiga putaran pertama, jamaah pria dianjurkan berjalan lebih cepat (raml), sedangkan empat putaran berikutnya dilakukan dengan berjalan biasa.
Setelah tawaf, jamaah dapat melaksanakan shalat dua rakaat di dekat Maqam Ibrahim.
5. Minum Air Zam-zam
Setelah tawaf, jamaah dianjurkan beristirahat dan meminum air zam-zam sambil memanjatkan doa.
6. Melakukan Sa’i
Sa’i dilakukan dengan berjalan dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah sebanyak tujuh kali.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat sa’i bagi jamaah pria:
- Niatkan sa’i untuk mendekatkan diri kepada Allah.
- Pria dianjurkan berlari kecil di area tertentu.
- Menjaga kesopanan dan tidak mengganggu jamaah lain.
7. Tahallul
Tahallul dilakukan dengan mencukur atau menggunting rambut. Bagi pria, disunnahkan mencukur rambut hingga gundul, namun jika hanya dipotong sebagian juga diperbolehkan.
Pada tahap ini, rangkaian tata cara umroh pria telah selesai.
Pentingnya Memahami Tata Cara Umroh Pria
Memahami tata cara ini sangat penting agar ibadah berjalan sesuai tuntunan syariat. Namun, akan lebih sempurna jika sebelumnya Sobat mengikuti manasik umroh sehingga setiap prosesi dapat dilakukan dengan benar dan khusyuk.
Dengan persiapan yang matang, jamaah pria dapat menjalani ibadah dengan lebih tenang, tertib, dan fokus pada kekhusyukan.
Menjalankan Umroh dengan Bimbingan Travel Resmi
Setelah memahami seluruh rangkaian tata cara umroh pria, langkah berikutnya adalah memilih perjalanan ibadah yang nyaman dan terpercaya.
Melalui paket umroh Hana Tours, Sobat akan mendapatkan bimbingan ibadah dari ustaz berpengalaman, hotel strategis dekat Masjidil Haram, serta maskapai berstandar IATA.
Agar perjalanan ibadah lebih terarah sejak manasik hingga kepulangan, Sobat juga dapat memilih travel perjalanan umroh resmi yang menyediakan pendampingan lengkap selama di Tanah Suci.