Ewin | Indra | Rini | Hana |
Daftar Haji
Daftar Umrohdisini
Daftar Umroh terpercaya
Daftar ini Isi
Daftar itu Isi
Daftarsegera Umroh
Badal Haji
Daftar Haji
Badal Haji
Uci | Ewin | Riny |
Daftar itu Isi
Daftar Haji
tata cara umroh pria

7 Tata Cara Umroh Pria Sesuai Syariat,
Lengkap dengan Doa-Doa

 

Tata cara umroh pria sesuai sunnah penting untuk Anda pahami jika ingin menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Umroh memiliki sejumlah perbedaan antara tata cara pria dan wanita yang perlu umat muslim jalankan agar pengerjaannya tidak asal-asalan dan bernilai sah bagi Allah. Oleh karena itu, bagi calon jamaah pria perlu mengetahui tata cara yang sebaiknya dilakukan agar tidak terjadi kekeliruan.

Tata Cara Umroh Pria

Terdapat tata cara umroh pria yang wajib Anda penuhi agar ibadah yang Anda tunaikan bernilai sah sesuai dengan syariat islam. Berikut tata cara umroh untuk pria secara umum, antara lain :

  1. Mandi Junub Sebelum Menuju Miqat

Tata cara umroh pria pertama yang harus Anda lakukan adalah mempersiapkan diri dengan mandi junub atau mandi wajib sebelum berangkat menuju Miqat. Miqat merupakan tempat mulainya ihram atau berniat umroh. Ada beberapa sunnah yang bisa Anda kerjakan dalam tata cara umroh pria saat hendak berihram seperti, memakai wangi-wangian, memotong kuku, serta merapikan jenggot.

Jamaah pria sebaiknya membaca niat ihram dari tempat Miqat dengan mengucapkan kalimat talbiyah yang berbunyi :

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

“Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik, innal-hamda wan-ni’mata laka wal-mulk, la syarika lak”

Artinya: “Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya pujian dan nikmat adalah milik-Mu, begitu pula kerajaan (juga milik-Mu).”

  1. Mengenakan Pakaian Ihram

Usai membersihkan diri, tata cara umroh pria berikutnya adalah mengenakan pakaian ihram. Untuk pria, pakaian ihram ini berupa dua helai kain putih, sedangkan satu lainnya dapat menjadi sarung. Kain ihram sebaiknya terbuat dari bahan katun yang putih dan tidak berjahit.

  1. Membaca Niat Ihram

Setibanya di Miqat, ucapkan niat ihram dalam hati. Jamaah pria membaca niat ihram dari tempat Miqat dengan mengucapkan kalimat talbiyah yang berbunyi :

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

“Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik, innal-hamda wan-ni’mata laka wal-mulk, la syarika lak”

Artinya: “Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya pujian dan nikmat adalah milik-Mu, begitu pula kerajaan (juga milik-Mu).”

Jamaah pria dapat membaca kalimat talbiah saat hendak memulai Tawaf hingga melihat Ka’bah sambil mengeraskan suara.

  1. Melakukan Tawaf 7 Kali

Tata cara umroh pria yang perlu Anda lakukan selanjutnya adalah tawaf. Tawaf merupakan kegiatan mengelilingi Ka’Bah sebanyak 7 kali putaran yang dimulai di Hajar Aswad dan diakhiri di tempat itu juga. Jamaah pria sebaiknya berlari-lari kecil di antara bukit Safa dan Marwah pada 3 putaran pertama, sedangkan di 4 putaran terakhir berjalan biasa. Setelah Tawaf, jemaah Pria dapat berjalan menuju Maqam Ibrahim sambil membaca surah Al Baqarah ayat 125 yang berbunyi :

وَإِذْ جَعَلْنَا ٱلْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَٱتَّخِذُوا۟ مِن مَّقَامِ إِبْرَٰهِۦمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِۦمَ وَإِسْمَٰعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْعَٰكِفِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ

“Arab latin: Wa iż ja’alnal-baita maṡābatal lin-nāsi wa amnā, wattakhiżụ mim maqāmi ibrāhīma muṣallā, wa ‘ahidnā ilā ibrāhīma wa ismā’īla an ṭahhirā baitiya liṭ-ṭā`ifīna wal-‘ākifīna war-rukka’is-sujụd”

Artinya: “Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud,”

  1. Beristirahat dan Minum Air Zam-zam

Usai Tawaf, tata cara umroh pria selanjutnya adalah bersitirahat dan minum air zam-zam. Saat meminum air zam-zam, dianjurkan untuk membaca doa minum air zam-zam yang berbunyi :

اللهم اني اسالك علما نافعا، و رزقا واسعا و شفاء من كل داء و سقم برحمتك يا ارحم الراحمين.

“Allahumma inni asaluka ilman nafian wa rizqon waasian wa syifaan min kuli daain wa saqomin bi rohmatika yaa arhamar roohimiin.”

Artinya : “Allah aku mohon padamu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas dan kesembuhan dari segala penyakit”

  1. Sa’i

Sa’i bisa Anda lakukan dengan berjalan kaki atau berlari-lari kecil dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Ini merupakan tata cara umroh pria yang keenam. Di atas Bukit Safa, jamaah pria dapat menghadap Ka’bah dan membaca doa berikut ini:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Artinya : “Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nya. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata. Dialah yang telah melaksanakan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan tentara sekutu dengan sendirian,”

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jamaah pria saat melakukan Sa’i, di antaranya :

  • Niatkan Sa’i untuk mendekatkan diri kepada Allah
  • Pria sebaiknya berlari sedikit lebih cepat
  • Pria tidak harus menutup aurat saat melakukan Sa’i.
  • Pria sebaiknya menjaga kesopanan dan tidak mengganggu wanita saat melakukan Sa’i.
  1. Tahallul

Selanjutnya, Anda akan melaksanakan Tahallul yakni mencukur atau menggunting rambut bagi jamaah umroh. Untuk pria sebaiknya mencukur sampai gundul, tapi jika tidak sampai gundul juga tidak apa-apa. Anda dapat menutupnya dengan doa setelah tahallul atau selesai menggunting rambut seperti di bawah ini :

اَلْحَمْدُ للهِ الَّدِى قَضَى عَنَا مَنَاسِكَنَا. اَللَّهُمَّ زِدْنَا اِيْمَانَا وَيَقِيْنَا وَعَوْنَا وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ

“Alhamdulillaahil ladzii qadhaa ‘anna manaasikana. Allaahumma zidnaa iimaanan wa yaqiinan wa’aunan waghfirlanaa wa liwaalidainaa wa lisaa iril muslimiina wal muslimaat”

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menyelesaikan manasik kami. Ya Allah, tambahkanlah kepada kami iman, keyakinan dan pertolongan. Dan ampunilah kami, kedua orang tua kami dan seluruh kaum muslimin dan muslimat.”

Baca Juga: Perlengkapan Umroh Yang Wajib Anda Siapkan, Jangan Sampai Tertinggal!

Pada tahapan inilah berakhir rangkaian tata cara umroh pria yang bisa Anda kerjakan.

Inilah rangkaian tata cara umroh pria yang harus Anda lakukan agar ibadah umrah Anda dapat sah. Semoga Umroh Anda Allah terima, dan semoga artikel ini membantu Anda memahami tata cara umroh pria.