Beranda Artikel Umroh Backpacker Hemat atau Berisiko? Ini Kelebihan dan Kekurangannya!

Umroh Backpacker Hemat atau Berisiko? Ini Kelebihan dan Kekurangannya!

Umroh Backpacker Hemat atau Berisiko Ini Kelebihan dan Kekurangannya!
Seiring dengan perkembangan zaman, muncul sebuah konsep baru dalam perjalanan ibadah umroh yang dikenal sebagai umroh backpacker atau yang sering disebut umroh mandiri. Informasi yang semakin marak, ditambah fleksibilitas yang ditawarkan, membuat tidak sedikit calon jemaah tertarik untuk berangkat umroh secara mandiri. Namun, di balik kebebasan tersebut, terdapat sejumlah risiko serta regulasi yang perlu dipahami sebelum memutuskan berangkat secara mandiri.

Lalu, apa sebenarnya umroh backpacker tersebut? Apakah diperbolehkan atau tidak? Dan, adakah risikonya jika dijalankan? Berikut informasi selengkapnya!

Apa Itu Umroh Backpacker?

Istilah umroh backpacker digunakan untuk mendefinisikan perjalanan ke Tanah Suci secara independen tanpa menggunakan bantuan travel umroh. Ini berarti seorang Muslim yang ingin menjalankan umroh backpacker harus mengurus semua aspek umroh sendiri, yang memungkinkan calon jamaah bisa memilih waktu keberangkatan, tiket pesawat hingga akomodasi sesuai dengan keinginan mereka.

Bagaimana Perbandingan Pengeluaran antara Umroh Backpacker dengan Umroh menggunakan Travel?

Salah satu alasan utama mengapa umroh backpacker menjadi pertimbangan ialah faktor biaya. Dikatakan bahwa pengeluaran umroh mandiri lebih bersahabat dibandingkan dengan menggunakan travel umroh.

Namun, untuk membandingkannya secara objektif, penting memahami rincian biaya umroh secara menyeluruh. Total pengeluaran tidak hanya mencakup tiket dan hotel, tetapi juga visa, konsumsi, transportasi lokal, serta bimbingan ibadah selama di Tanah Suci. Dengan mengetahui susunan pengeluaran ini, Sobat bisa menilai opsi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan finansial.

  1. Umroh Mandiri

    • Tiket Pesawat: Rp 7.000.000 – Rp 11.000.000
    • Visa Umroh: Rp 1.500.000 – Rp 2.000.000
    • Akomodasi Hotel: Rp 3.000.000 – Rp 7.000.000 (tergantung hotel)
    • Makanan dan Transportasi: Rp 2.000.000 – Rp 3.000.000
    • Total: Rp 17.000.000 – Rp 20.000.000
  2. Umroh Reguler

    • Umroh dari Travel: Rp 20.000.000 – Rp 25.000.000
    • Tambahan: Rp. 2.000.000 – Rp. 3.000.000
    • Total: Rp. 27.000.000 – Rp. 29.000.000

Faktor yang Memengaruhi Perbedaan Pengeluaran Umroh Backpacker dan Umroh Reguler

Terdapat faktor-faktor terkait perbedaan pengeluaran antara umroh mandiri dan umroh reguler menggunakan travel umroh. Adapun beberapa faktor tersebut di antaranya:

  1. Layanan yang Diperoleh

    Perbedaan layanan yang akan diperoleh antara jamaah umroh mandiri dengan umroh reguler memiliki dampak yang signifikan pada pengeluaran yang Sobat berikan. Misalnya, jamaah umroh backpacker yang memenuhi segala aspek umroh sendiri berpotensi lebih hemat dibandingkan dengan jamaah umroh reguler yang dikenakan pengeluaran yang lebih tinggi karena sudah mencakup semua layanan.

  2. Pengeluaran Transportasi dan Akomodasi

    Salah satu faktor paling signifikan yang memengaruhi perbedaan antara pengeluaran umroh mandiri dan umroh reguler adalah akomodasi serta transportasi. Sebab, ketika jamaah menggunakan jasa travel umroh, biasanya mereka telah bekerja sama dengan hotel-hotel tertentu yang menawarkan pengeluaran khusus. Sedangkan untuk umroh backpacker, jamaah memiliki kebebasan untuk merencanakan kebutuhan akomodasi dan transportasi sesuai dengan anggaran, sehingga uang yang dikeluarkan bisa lebih sedikit.

  3. Pengurusan Visa

    Jika merujuk pada pengurusan visa, umroh mandiri memiliki pengeluaran yang lebih hemat daripada umroh reguler menggunakan jasa travel umroh. Pasalnya, umroh mandiri akan mengurus semua proses visa umroh sendiri yang memungkinkan mengurangi pengeluaran normal yang dikenakan oleh agensi umroh.

  4. Kebutuhan Tambahan

    Adanya kebutuhan tambahan juga merupakan faktor penting yang menentukan pengeluaran antara umroh mandiri dan umroh reguler. Kalau menggunakan travel, umumnya akan ada pengeluaran tambahan seperti bayaran tour leader, makanan, hingga transportasi. Dalam umroh mandiri, tiap pengeluaran ini bisa dikurangi atau dihilangkan sesuai kebutuhan.

Umroh Backpacker Dilarang oleh Pemerintah, Mengapa?

Walaupun Arab Saudi sudah memperbolehkan perjalanan umroh backpacker atau umroh mandiri, Pemerintah Indonesia khususnya Kementerian Agama (Kemenag) belum menyetujui pelaksanaan ibadah dengan cara tersebut. Kekhawatiran akan terjadinya kesalahan dalam pengerjaan rangkaian ibadah umroh mandiri tanpa bimbingan dari tour leader menjadi salah satu alasan masih belum adanya izin dari pemerintah Indonesia. Selain itu, ada sejumlah alasan lain dari pelanggaran tersebut, di antaranya:

  • Alasan pertama dilarangnya umroh backpacker ialah bertentangan dengan undang-undang. Sebagaimana tertulis dalam UU No. 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (PIHU), bahwa ibadah umroh harus dilakukan oleh Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah (PPIU) yang resmi dan terdaftar di Kementerian Agama.
  • Umroh backpacker umumnya dilakukan secara mandiri tanpa melalui PPIU, sehingga dianggap tidak sejalan dengan regulasi perjalanan umroh pada umumnya yang terikat pada aturan dalam pengamalannya.
  • Meminimalkan risiko sekaligus menjaga keselamatan jamaah umroh asal Indonesia menjadi alasan mengapa umroh backpacker dilarang. Sebab umroh backpacker atau mandiri sendiri mengharuskan jamaah umroh menjalankan segala aspek ibadah umroh sendiri, yang mana tidak ada jaminan keselamatan dari pihak manapun.
  • Ada kekhawatiran bahwasanya pelaksanaan umroh sendiri menyebabkan ketidakpuasan bagi jamaah Umroh yang melaksanakannya, sebab kurangnya pelayanan dan bimbingan.
  • Pemerintah memiliki kewajiban untuk melindungi jamaah umroh sekaligus memastikan bahwa dalam penyelenggaraannya berjalan tertib. Apabila umroh dilaksanakan secara mandiri tanpa bimbingan, khawatir akan menimbulkan kekacauan di Tanah Suci.

Bukan Umroh Backpacker, Ini Alternatif Menjalankan Ibadah Umroh Aman dan Hemat

Mengingat umroh backpacker memiliki beberapa risiko yang dapat berakibat fatal, Sobat Hana tetap bisa menunaikan ibadah umroh dengan hemat namun aman. Berikut beberapa alternatifnya:

  • Memilih Umroh Murah dari Travel Resmi

    Banyak travel menawarkan umroh murah dengan fasilitas standar namun tetap sesuai regulasi pemerintah. Biasanya tersedia pilihan kamar quad, jadwal low season, atau promo tertentu yang lebih terjangkau.

  • Menabung dan Merencanakan Umroh dengan Matang

    Menabung untuk perjalanan ibadah umroh adalah satu langkah penting agar bisa berangkat tanpa risiko. Membaca tips persiapan umroh sebelum mendaftar membantu Sobat memahami dokumen, perlengkapan, serta kesiapan fisik dan mental.

Selain paket umroh reguler, terdapat beberapa pilihan program yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan jamaah. Salah satunya adalah umroh arbain, yaitu program khusus yang memberikan kesempatan jemaah memperbanyak ibadah di Madinah dengan menjalankan shalat berjamaah selama 40 waktu di Masjid Nabawi.

Sementara itu, bagi Muslim yang memiliki uzur syar’i atau kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, tersedia juga layanan badal umroh sebagai solusi agar pahala ibadah tetap dapat diraih melalui perwakilan yang sesuai syariat.

Demikian informasi seputar pelaksanaan umroh backpacker beserta penjelasan mengapa hal tersebut menuai larangan. Semoga informasi ini bisa membantu Sobat Hana untuk menyesuaikan jenis ibadah sesuai kondisi fisik, kemampuan finansial, serta aturan yang berlaku.

Promo Umroh Hana Tours

Paket umroh gebyar promo milenial Maret 2026 Rp 24.999.000, durasi 9 hari dengan hotel bintang 3, penerbangan transit maskapai Indigo, bonus Museum Wahyu & Albaik.

Gebyar Promo Milenial ⭐3

Free: Museum Wahyu, Albaik, dll

Rp 24.999.000

Paket umroh awal Ramadhan 2026 Rp 29.999.000, durasi 9 hari dengan hotel bintang 4, penerbangan langsung, bonus 3x umroh, Ayam Albaik & Kereta Cepat Haramain.

Awal Ramadhan

Free: Kereta Cepat, Umroh 3x, dll

Rp 29.999.000

Paket umroh tengah Ramadhan 2026 Rp 31.999.000, durasi 9 hari dengan hotel bintang 4, penerbangan langsung, bonus 3x umroh, Ayam Albaik & Kereta Cepat Haramain.

Tengah Ramadhan

Free: Kereta Cepat, Ayam Albaik, dll

Rp 31.999.000

Paket umroh promo Syawal 2026 Rp 27.999.000, durasi 9 hari dengan hotel bintang 3, penerbangan transit, bonus Kereta Cepat Haramain, City Tour Thaif, hingga ayam Albaik.

Promo Syawal ⭐3

Free: Kereta Cepat, Tour Thaif, dll

Rp 27.999.000