Keliling Tanah Suci naik kereta cepat iconic, eksplor megahnya Masjidil Haram, sampai mencicipi cita rasa khas Timur Tengah — semua bisa kamu rasakan saat berumroh ke Baitullah. Tidak heran, minat umroh umat Muslim Indonesia terus meningkat tajam. Berdasarkan data HIMPUH, lebih dari 1,4 juta jemaah Indonesia berangkat umroh sepanjang tahun 2024.
Panduan ini akan membahas semua yang perlu kamu ketahui tentang umroh: pengertian, hukum, rukun, tata cara, doa-doa, hingga tips memilih travel yang aman — lengkap dari A sampai Z.
Ribuan jemaah melaksanakan tawaf mengelilingi Ka’bah di Masjidil Haram, Mekkah.
📋 Daftar Isi
1. Pengertian Umroh: Apa Itu Umroh Sebenarnya?
Ibadah umroh adalah kunjungan ke Baitullah (Ka’bah) yang dilakukan seorang Muslim untuk meraih keberkahan dan mendekatkan diri kepada Allah. Meski bukan ibadah wajib dalam rukun Islam, umroh sering disebut “Haji Kecil” karena memiliki beberapa kesamaan rangkaian ibadah dengan haji, namun dapat dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun. Oleh karena itu, umroh jadi pilihan banyak umat Muslim saat ini untuk meraih keberkahan serta keutamaan di Tanah Suci.
Jadi, dapat dikatakan bahwasanya umroh merupakan bentuk ziarah dari panggilan hati yang dibaliknya terdapat banyak keberkahan bagi siapa saja yang menunaikannya.
Definisi Umroh Menurut Ulama
Para ulama dari 4 mazhab mendefinisikan umroh (bahasa Arab: عُمْرَةٌ) menurut istilah bahasa artinya “ziarah” atau “berkunjung” ke tempat tertentu. Dalam konteks Islam, istilah berkunjung disini bukan semata-mata dimaknai datang seperti kunjungan wisata, melainkan “perjalanan spiritual menuju Baitullah untuk menunaikan rangkaian rukun umroh sesuai ketetapan Islam”.
Sedangkan menurut istilah syariat, para ulama 4 madzhanb mendefinisikan umroh secara berbeda namun berinti sama. Imam Nawawi (Mazhab Syafi’i) mendefinisikan umroh sebagai berikut:
العُمْرَةُ هي أفعالٌ مخصوصةٌ: الإحرامُ والطوافُ والسعيُ والحلقُ أو التقصيرُ
Al-‘umrah hiya af‘ālun makhṣūṣah: al-iḥrām waṭ-ṭawāf was-sa‘yu wal-ḥalq aw at-taqṣīr
Artinya: “Umroh adalah rangkaian ibadah tertentu: ihram, tawaf, sa’i, dan tahallul.” — (Imam An-Nawawi, al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab [Beirut: Dar al-Fikr, 1992 M], Juz 7, hlm. 3-4)
Definisi ini juga serupa dari para ulama Malikiyyah. Sedangkan Imam Alauddin Al-Kasani (Mazhab Hanafi) mendefinisikan umroh sebagai berikut:
العُمْرَةُ في الشرع: زيارةُ البيتِ على وجهٍ مخصوصٍ
Al-‘umrah fi asy-syar‘i: ziyāratul-bayt ‘alā wajhin makhṣūṣ
Artinya: “Umroh secara syariat adalah mengunjungi Baitullah dengan tata cara tertentu.” — (Alauddin Al-Kasani, Bada’i ash-Shana’i fi Tartib asy-Syar’i [Beirut: Dar al-Kutub al-’Ilmiyah, 1986 M], Juz 2, hlm. 121)
Dengan demikian, umroh berarti menyengaja mengunjungi Baitullah semata-mata untuk beribadah kepada Allah. Maka dari itu, apapun yang diperbuat di Tanah Suci harus berdasarkan ketentuan syariat yang telah ditetapkan.
Perbandingan Umroh vs Haji
Ibadah umroh kerap dianggap serupa dengan haji karena keduanya sama-sama dilakukan di Baitullah di Mekkah. Bedanya, umroh cenderung lebih fleksibel dan dapat dilakukan kapan saja, sementara haji memiliki waktu pelaksanaan khusus yang telah ditentukan. Adapun beberapa perbedaan lainnya antara umroh dan haji di antaranya sebagai berikut:
| Aspek | Umroh | Haji |
|---|---|---|
| Waktu | Sepanjang tahun (kecuali musim haji) | Khusus bulan Dzulhijjah |
| Hukum | Wajib seumur hidup (Syafi’i) / Sunnah (Hanafi) | Wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu |
| Rukun Utama | Ihram, Tawaf, Sa’i, Tahallul, Tertib | + Wukuf di Arafah, Tawaf Ifadhah |
| Durasi | 7–12 hari (termasuk perjalanan) | 40 hari dari Indonesia |
| Kuota | Tidak ada kuota khusus | Terbatas, masa tunggu panjang |
| Biaya 2026 | Rp 27 juta – Rp 60 juta | Rp 90 juta – Rp 200 juta |
Adanya wukuf di Arafah menjadi salah satu perbedaan paling mendasar antara rukun utama Haji dengan rukun utama Umroh. Bahkan pelaksanaan wukuf dikatakan sebagai inti dari ibadah Haji, sebab tanpa melaksanakannya, ibadah Haji seseorang bisa dianggap tidak sah. Berbeda dengan umroh yang rangkaiannya cenderung lebih sederhana.
Ya, bisa melalui Haji Qiran — niat haji dan umroh sekaligus sejak dari miqat. Tawaf dan sa’i hanya dilakukan satu kali untuk keduanya. Hal ini didasarkan oleh hadits Nabi Muhammad SAW:
عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَرَنَ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ فَطَافَ لَهُمَا طَوَافًا وَاحِدًا
“An Jaabirin anna Rasuulallahi ﷺ qaranal-hajja wal-‘umrata fathaafa lahumaa thawaafan waahida
Artinya: “Dari Jabir bahwa Rasulullah SAW menggabungkan haji dan umrah, lalu melakukan satu kali tawaf untuk haji dan umrah.” — (Imam At-Tirmidzi, Sunan at-Tirmidzi [Beirut: Dar al-Gharb al-Islami, 1998 M], Juz 3, hlm. 242, no. 947.)
Sejarah Singkat Ibadah Umroh
Ibadah umroh tidak lepas dari kisah Nabi Ibrahim dan keluarganya yang penuh ketaqwaan kepada Allah. Dikisahkan, Nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah untuk meninggalkan istrinya, Siti Hajar bersama putranya, Nabi Ismail, di sebuah lembah tandus yang kini dikenal sebagai Mekkah.
Berbekal rasa tawakal kepada Allah, Siti Hajar berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah untuk mencari air di tengah kondisi yang serba terbatas. Sampai ketika rasa lelah mulai menemui keputusasaan, pertolongan Allah pun datang. Keluar air deras dan jernih dari dalam tanah yang tandus dekat kaki Nabi Ismail, yang kini dikenal sebagai air zam-zam.
Menurut banyak riwayat hadits, dikatakan sumber air tersebutlah yang kemudian menghidupkan kembali kawasan Mekkah, dan menjadi asal mula disyariatkannya rangkaian sa’i di dalam ibadah haji maupun umroh.
Allah memerintahkan umat muslim untuk melakukan sa’i ketika melaksanakan haji atau umroh. Dan ini difirmankan oleh Allah di dalam Al-Quran, surah Al Baqarah ayat 158:
اِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِۚ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ اَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ اَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِمَاۗ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًاۙ فَاِنَّ اللّٰهَ شَاكِرٌ عَلِيْمٌ ١٥٨
Innash-shafâ wal-marwata min sya‘â’irillâh, fa man ḫajjal-baita awi‘tamara fa lâ junâḫa ‘alaihi ay yaththawwafa bihimâ, wa man tathawwa‘a khairan fa innallâha syâkirun ‘alîm
Artinya: “Sesungguhnya Shafa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka, siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri, lagi Maha Mengetahui.” — QS. Al-Baqarah: 158
2. Hukum Umroh dalam Islam
Hukum umroh diperselisihkan para ulama. Perbedan pendapat ini muncul sebagai akibat dari penggunaan dalil dan proses istinbath hukum (ushul fiqh) yang berbeda satu sama lain. Ada beberapa hadits yang hanya menyebutkan ibadah haji, tanpa menyebutkan umroh secara langsung.
Mazhab Syafi’i & Hanbali menetapkan hukum umroh seperti haji, yaitu wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu. Sedangkan Mazhab Hanafi & Maliki menetapkan umroh sebagai sunnah muakkad. Imam Abu Hanifah menetapkan demikian karena umroh tidak termasuk di dalam rukun wajib utama di dalam rukun islam, namun tetap dianjurkan pelaksanaannya.
Mengesampingkan perbedaan yang ada, keempat mazhab setuju bahwasanya umroh boleh dilakukan sebelum haji, dan tidak disyaratkan untuk menunaikan haji terlebih dahulu. Karenanya mengambil sudut pandang kontemporer, umroh tetap dianggap sebagai ibadah yang disyariatkan, dengan hukum yang bisa menjadi wajib tergantung pada niat serta kondisi seseorang.
Terdapat landasan yang kuat di dalam Al-Quran dan Hadits Rasulullah SAW terkait pelaksanaan ibadah umroh. Berikut beberapa dalil tentang umroh dalam Al-Quran, lengkap dengan teks arab, latin dan penjelasannya:
QS. Al-Baqarah: 196
…وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ
Wa atimmul-ḥajja wal-‘umrata lillāh…
Artinya: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umroh karena Allah…”
HR. Bukhari no. 1773
العُمْرَةُ إِلَى العُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا
al-‘umratu ilā al-‘umrati kaffāratun limā baynahumā
Artinya: “Dari umroh ke umroh berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya.” — (Al Bukhari, Muhammad bin Ismail. Shahih al-Bukhari [Beirut: Dar Tawq an-Najah, 2001 M], Juz 3, hlm. 597, no. 1773.)
Syarat Wajib Umroh
Umroh tidak bisa dijalankan secara sembarangan, sebab ada beberapa syarat wajib umroh yang harus dipatuhi bagi calon jemaah. Adapun beberapa syarat wajib umroh adalah sebagai berikut:
| Syarat | Penjelasan |
|---|---|
| Islam | Hanya diwajibkan bagi orang Muslim |
| Berakal (Aqil) | Tidak berlaku bagi orang tidak waras |
| Baligh | Anak kecil boleh umroh tapi tidak menggugurkan kewajiban saat dewasa |
| Istitho’ah (Mampu) | Mampu secara fisik, finansial, dan keamanan perjalanan |
3. Rukun, Wajib & Larangan Umroh
Ibadah umroh memiliki beberapa ketentuan penting yang harus dipahami oleh setiap calon jemaah. Ketentuan yang dimaksud adalah rukun umroh, wajib umroh serta larangan selama berihram. Ketiganya memiliki perbedaan mendasar yang menjadi aspek penting dari ibadah umroh yang sah dan sempurna.
Rukun Umroh (Wajib Dilakukan, Tidak Bisa Diganti Dam)
Rukun umroh merupakan suatu amalan wajib yang apabila tertinggal maka umrohnya tidak sah karena tidak dapat diganti dengan dam. Penting buat jemaah untuk memahami setiap rukun umroh berikut ini:
| No | Rukun | Penjelasan Singkat |
|---|---|---|
| 1 | Ihram + Niat | Niat di miqat sebagai tanda dimulainya ibadah. Tanpa niat, umroh tidak sah. |
| 2 | Tawaf | Mengelilingi Ka’bah 7 putaran berlawanan arah jarum jam, dimulai dari Hajar Aswad. |
| 3 | Sa’i | Berjalan 7 kali antara Bukit Shafa dan Marwah, dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwah. |
| 4 | Tahallul | Memotong/mencukur rambut sebagai tanda keluar dari keadaan ihram. |
| 5 | Tertib | Dilakukan berurutan: ihram → tawaf → sa’i → tahallul. |
Wajib Umroh
Wajib umroh adalah hal-hal yang dihukumi wajib untuk dijalankan selama beribadah umroh. Umroh bisa tetap dinilai sah meskipun wajib umroh ada yang tertinggal, akan tetapi jemaah dikenakan konsekuensi seperti membayar dam atau syarat-syarat lainnya.
| Wajib Umroh | Penjelasan | Konsekuensi jika Dilanggar |
|---|---|---|
| Niat Ihram di Miqat | Harus berniat di titik miqat yang telah ditentukan | Wajib kembali ke miqat, atau membayar dam |
| Menjauhi Larangan Ihram | Tidak boleh memotong rambut/kuku, memakai wewangian, berhubungan suami istri, dll. | Membayar dam sesuai jenis pelanggaran |
Larangan Selama Ihram
Sedangkan, larangan ihram atau muharramatul ihram adalah segala hal yang dapat membatalkan pahala bahkan mengundang dosa dari dimulai berniat ihram di miqat makani hingga selesai proses tahalul pada saat umroh maupun haji. Larangan umroh berikut ini berlaku baik untuk jemaah laki-laki dan wanita, yang perlu dihindari supaya ibadah umroh berjalan sesuai tuntunan syariat.
| Laki-Laki | Wanita | Laki-Laki & Wanita |
|---|---|---|
| Memakai pakaian berjahit (kaos, celana) | Memakai sarung tangan | Memakai wewangian |
| Memakai sepatu menutup mata kaki | Menutup wajah (cadar/masker) | Memotong kuku / mencukur rambut |
| Menutup kepala (topi, kopiah, sorban) | — | Berburu binatang |
| — | — | Melakukan akad nikah |
| — | — | Berhubungan suami istri |
| — | — | Memotong pepohonan di Tanah Haram |
4. Miqat Umroh: Titik Awal Berihram
Miqat adalah batas tempat atau waktu di mana jemaah wajib mulai berihram. Miqat terbagi menjadi dua, yakni miqat zamani dan miqat makani. Miqat Zamani (batas waktu): umroh boleh kapan saja kecuali musim haji. Miqat Makani (batas tempat): wajib dilalui sebelum masuk Mekkah.
Untuk tempat melakukan miqat makani sendiri sudah ditetapkan oleh Rasulullah. Jemaah bisa memilih melakukan miqat di beberapa lokasi berikut ini sesuai dengan rute jalur perjalanan. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan:
إِنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – وَقَّتَ لأَهْلِ الْمَدِينَةِ ذَا الْحُلَيْفَةِ ، وَلأَهْلِ الشَّأْمِ الْجُحْفَةَ ، وَلأَهْلِ نَجْدٍ قَرْنَ الْمَنَازِلِ ، وَلأَهْلِ الْيَمَنِ يَلَمْلَمَ ، هُنَّ لَهُنَّ وَلِمَنْ أَتَى عَلَيْهِنَّ مِنْ غَيْرِهِنَّ ، مِمَّنْ أَرَادَ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ ، وَمَنْ كَانَ دُونَ ذَلِكَ فَمِنْ حَيْثُ أَنْشَأَ ، حَتَّى أَهْلُ مَكَّةَ مِنْ مَكَّةَ
inna an-nabiyya ṣallallāhu ‘alayhi wa sallama waqqata li-ahli al-madīnati dhā al-ḥulayfati, wa li-ahli ash-shāmi al-juḥfata, wa li-ahli najdin qarna al-manāzili, wa li-ahli al-yamani yalamlama, hunna lahunna wa li-man atā ‘alayhinna min ghayrihinna mimman arāda al-ḥajja wa al-‘umrata, wa man kāna dūna dhālika fa-min ḥaythu ansha’a, ḥattā ahlu makkata min makkata.
Artinya: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menetapkan miqat untuk penduduk Madinah di Dzul Hulaifah, penduduk Syam di Juhfah, penduduk Najd di Qarnul Manazil dan penduduk Yaman di Yalamlam. Miqat-miqat tersebut telah ditentukan bagi penduduk masing-masing kota tersebut dan juga bagi orang lain yang hendak melewati kota-kota tadi padahal dia bukan penduduknya, namun ia ingin menunaikan ibadah haji atau umrah. Barangsiapa yang kondisinya dalam daerah miqat tersebut, maka miqatnya dari mana pun dia memulainya. Sehingga penduduk Makkah, miqatnya juga dari Makkah.” — (Al Bukhari, Muhammad bin Ismail. Shahih al-Bukhari [Beirut: Dar Tawq an-Najah, 2001 M], Juz 2, hlm. 176, no. 1524.)
Peta titik-titik miqat makani yang ditetapkan Rasulullah untuk jemaah dari berbagai penjuru dunia.
| Nama Miqat | Lokasi | Untuk Jemaah dari |
|---|---|---|
| Bir Ali (Dzulhulaifah) | 450 km dari Mekkah, dekat Madinah | Jemaah lewat Madinah — mayoritas jemaah Indonesia |
| Juhfah / Rabigh | 183 km dari Mekkah, arah barat laut | Jemaah dari Syam (Suriah, Lebanon), Mesir, Eropa |
| Qarnul Manazil (Sail Kabir) | 75 km dari Mekkah, arah timur | Jemaah dari Najd, Riyadh |
| Yalamlam | 54 km dari Mekkah, arah selatan | Jemaah dari Yaman dan sebagian Asia |
| Dzatu Irq | 94 km dari Mekkah, arah timur laut | Jemaah dari Irak dan Iran |
5. Tata Cara Umroh Lengkap Step by Step
Alur pelaksanaan ibadah umroh dari awal hingga selesai.
Ibadah umroh tidak bisa dilakukan secara sembarang. Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa tata cara umroh yang penting dipahami setiap jemaah supaya ibadah yang dijalankan sesuai tuntunan syariat. Berikut step by step tata cara umroh dari awal hingga akhir:
Persiapan Sebelum Ihram (Sunnah)
Sebelum memulai ihram, jemaah dianjurkan untuk melakukan beberapa persiapan fisik sebagai bentuk penyucian diri sebelum memulai ibadah. Di antaranya:
- Mandi junub (mandi besar) dengan niat menyucikan diri
- Memotong kuku dan mencukur bulu yang dianjurkan dipotong
- Memakai wewangian pada tubuh (bukan pada pakaian ihram)
- Laki-laki: 2 lembar kain putih tidak berjahit; Wanita: pakaian menutup aurat (wajah & telapak tangan terbuka)
- Shalat sunnah 2 rakaat: rakaat 1 Al-Kafirun, rakaat 2 Al-Ikhlas
Ihram & Niat
Bacaan niat ihram menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah umroh yang dijalankan, sehingga harus dilafalkan dengan benar. Saat memulai ihram, jemaah bisa membaca niat ihram sebelum melaksanakan umroh.
Bacaan Niat Ihram Umroh:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً
Labbaika Allahumma ‘umratan
Artinya: “Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah untuk melaksanakan umroh.”
Melafalkan niat ihram tidak harus secara lisan apalagi dengan suara keras, cukup diucapkan dalam hati dengan penuh kekhusyukan.
Talbiyah (Dibaca Berulang setelah Niat)
Setelah niat, perbanyak bacaan talbiyah secara berulang selama dalam keadaan ihram sampai akan memulai rangkaian tawaf.
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ
Labbaika Allahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wan-ni’mata laka wal-mulk, la syarika lak
Artinya: “Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah. Tidak ada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu.”
Tawaf (7 Putaran Mengelilingi Ka’bah)
Simulasi pelaksanaan tawaf — mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 putaran berlawanan arah jarum jam.
Tawaf memiliki syarat dan tata cara tertentu yang harus dijalankan supaya rangkaian ini sah dan sempurna.
Syarat tawaf adalah suci dari hadats, menutup aurat, Ka’bah di sebelah kiri, dimulai dari Hajar Aswad, 7 putaran penuh, di dalam Masjidil Haram. Sedangkan tata cara pelaksanaan tawaf adalah sebagai berikut:
- Berdiri sejajar Hajar Aswad, angkat tangan, baca Bismillahi wallahu akbar
- Lakukan istilam Hajar Aswad (cium, usap, atau isyarat tangan)
- Berjalan mengelilingi Ka’bah dengan Ka’bah selalu di sisi kiri
- Pria: lakukan raml (jalan cepat) pada 3 putaran pertama
- Perbanyak doa dan dzikir selama tawaf
- Usap Rukun Yamani sambil baca Bismillahi Allahu akbar
- Selesaikan 7 putaran, akhiri di Hajar Aswad
- Shalat sunnah 2 rakaat di belakang Maqam Ibrahim
- Minum air zamzam dan berdoa di Multazam
Sa’i (7 Kali Antara Shafa–Marwah)
Sa’i adalah berjalan/berlari kecil antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali — bentuk penghormatan atas perjuangan Siti Hajar mencari air untuk Nabi Ismail AS. Dimulai dari Shafa, berakhir di Marwah. Pria dianjurkan berlari kecil di area lampu hijau, wanita cukup berjalan biasa.
Koridor Mas’a, tempat jemaah melaksanakan sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah.
Tahallul
Tahallul adalah memotong rambut sebagai tanda jemaah keluar dari ihram. Aturan pelaksanaan tahallul adalah memotong tiga helai rambut, namun bagi pria diutamakan mencukur rambut sampai habis (gundul). Sedangkan, bagi wanita cukup memotong sekitar 1 ruas jari dari ujung rambut. Setelah tahallul, seluruh larangan ihram tidak lagi berlaku lagi bagi jemaah.
Ringkasan Alur Ibadah Umroh
Untuk mempermudah memahami rangkaian ibadah umroh secara keseluruhan, berikut adalah alur pelaksanaan umroh secara singkat dan berurutan:
| Tahapan | Lokasi | Estimasi Waktu |
|---|---|---|
| Berihram & Niat | Miqat (Bir Ali / Pesawat) | 30 menit |
| Tawaf (7 putaran) | Masjidil Haram — sekeliling Ka’bah | 45–90 menit |
| Shalat 2 rakaat di Maqam Ibrahim | Dalam Masjidil Haram | 10 menit |
| Minum Zamzam & doa di Multazam | Dalam Masjidil Haram | 15 menit |
| Sa’i (7 kali Shafa–Marwah) | Koridor Mas’a | 45–60 menit |
| Tahallul | Area sekitar Masjidil Haram | 10 menit |
| ✓ Umroh Selesai | — | Total 3–4 jam |
6. Panduan Khusus Umroh untuk Wanita
Umroh secara umum dan dalam beberapa rangkaian ibadahnya merupakan suatu kewajiban bagi pria juga wanita. Namun dalam beberapa halnya, pelaksanaan umroh pria berbeda dengan wanita. Bagi jemaah wanita, ada aturan khusus umroh tertentu yang di antaranya berkaitan dengan rukun dan wajib umroh. Berikut sejumlah tata cara umroh untuk jemaah wanita:
Perbedaan Umroh Pria dan Wanita
| Aspek | Pria | Wanita |
|---|---|---|
| Pakaian ihram | 2 lembar kain putih tidak berjahit, kepala terbuka | Pakaian menutup aurat, wajah & telapak tangan terbuka |
| Talbiyah | Dilantunkan dengan suara keras | Cukup dibaca lirih |
| Raml saat tawaf | Disunnahkan di 3 putaran pertama | Tidak disunnahkan, cukup berjalan biasa |
| Sa’i | Berlari kecil di area lampu hijau | Berjalan biasa di seluruh area |
| Tahallul | Dianjurkan mencukur habis (gundul) | Cukup potong sekitar 1 ruas jari dari ujung rambut |
| Mahram | Tidak diperlukan | Boleh tanpa mahram dalam rombongan travel resmi (update 2025) |
UU No. 14 Tahun 2025 tentang PIHU (Penyelenggaraan Ibadan Haji dan Umroh) dan juga kebijakan Arab Saudi sejak 2021 menyatakan wanita diperbolehkan umroh tanpa mahram dengan syarat berangkat bersama travel resmi Penyelenggaran Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) dalam rombongan. Namun tetap perlu diperhatikan sisi kehati-hatian dan kenyamanan. Karena pendampingan oleh mahram tetap lebih utama (afdhal) bagi yang memungkinkan.
Umroh saat Haid / Nifas
Wanita yang sedang haid tetap boleh berihram, namun ia tidak boleh melaksanakan tawaf dan sa’i hingga suci. Jadi, jika jemaah mengalami haid dalam proses ibadah umroh, maka tawaf dapat ditunda sampai jemaah dalam keadaan suci. Setelah suci, jemaah dapat melanjutkan ibadah umrohnya dengan melakukan tawaf dan sa’i.
Untuk mendapatkan ibadah umroh yang mabrur dan sempurna, sangat dianjurkan bagi para jemaah untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan pembimbing ibadah atau muthawif apabila mengalami kondisi tersebut. Dengan demikian, pelaksanaan ibadah dapat berjalan lebih terarah, sesuai tuntunan, serta meminimalkan kesalahan selama menjalankan rangkaian ibadah.
7. Jenis-Jenis Umroh yang Perlu Kamu Tahu
Memahami berbagai jenis umroh bisa membantu calon jemaah agar bisa memilih paket perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan. Umumnya ada 6 jenis umroh yang ditawarkan oleh penyelenggara perjalanan, berikut penjelasan lengkapnya:
| Jenis Umroh | Durasi | Keistimewaan | Cocok untuk |
|---|---|---|---|
| Umroh Reguler | 9–12 hari | Fokus penuh pada ibadah di Mekkah & Madinah | Umroh pertama, yang ingin khusyuk ibadah |
| Umroh Arbain | 17–23 hari | 40 kali shalat berjamaah di Masjid Nabawi | Yang ingin ibadah lebih panjang dan mendalam |
| Umroh Plus Turki | 12–16 hari | Wisata spiritual ke Istanbul, Cappadocia, Bursa | Milenial, keluarga muda, pencinta sejarah Islam |
| Umroh Plus Dubai | 12–15 hari | Wisata modern Burj Khalifa, Dubai Marina | Pasangan muda, pencinta wisata modern |
| Umroh Plus Mesir | 12–16 hari | Eksplorasi Piramida Giza, Kairo, Sungai Nil | Pencinta sejarah dan perjalanan keluarga |
8. Doa-Doa Penting dalam Ibadah Umroh
Berikut kumpulan doa umroh berdasarkan Doa dan Zikir Manasik Haji dan Umrah terbitan Kementerian Agama RI.
Doa Perjalanan (Safar)
Doa safar ini bisa dibaca saat perjalanan dari Indonesia, maupun saat berpergian di tanah suci.
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا، وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ
Allahu akbar (3x). Subhanal-lazi sakhkhara lana haza wa ma kunna lahu muqrinin, wa inna ila rabbina lamunqalibun. Allahumma inna nas’aluka fi safarina hazal-birra wat-taqwa…
Artinya: “Allah Maha Besar (3x). Maha Suci Allah yang menggerakkan kendaraan ini. Ya Allah, kami mohon kebaikan dan ketakwaan dalam perjalanan ini. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan ini.”
Doa Memasuki Kota Makkah
اللَّهُمَّ هَذَا حَرَمُكَ وَأَمْنُكَ، فَحَرِّمْنِي عَلَى النَّارِ، وَأَمِّنِّي مِنْ عَذَابِكَ
Allahumma inna haza haramuka wa amnuka, faharrim lahmi wa dami ’alan-nar, wa aminni min ’azabika yauma tab’atsu ’ibadak…
Artinya: “Ya Allah, kota ini adalah Tanah Haram-Mu. Hindarkanlah aku dari neraka, selamatkanlah dari siksa-Mu, dan jadikanlah aku termasuk yang dekat dan taat kepada-Mu.”
Doa Ketika Melihat Ka’bah Pertama Kali
اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً
Allahumma zid hazal-baita tasyrifan wa takriman wa mahabatan, wa zid man syarrafahu mimman hajjahu awi’tamara-hu tasyrifan wa takriman wa ta’ziman wa birra
Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, dan wibawa pada Ka’bah ini. Dan tambahkan pula kemuliaan bagi siapa saja yang berhaji atau berumrah ke sini.”
Doa saat Tawaf
بِسْمِ اللَّهِ، اللَّهُ أَكْبَرُ
Bismillahi, Allahu akbar
Artinya: “Dengan nama Allah, Allah Maha Besar.” — Dibaca setiap kali melewati Hajar Aswad.
Doa di Multazam
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ الْعَظِيمِ، وَبِوَجْهِكَ الْكَرِيمِ، أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ
Allahumma inni as’aluka bismikal-’azim, wa bi wajhikal-karim, an tusalliya ’ala Muhammad, wa an taghfira li zunubi, wa tudkhilani al-jannah, wa tujirana minan-nar
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan nama-Mu yang agung dan wajah-Mu yang mulia. Bershalawatlah kepada Nabi Muhammad, ampuni dosa-dosaku, masukkanku ke surga, dan lindungiku dari api neraka.”
Doa Minum Air Zamzam
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ
Allahumma inni as’aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqan waasi’an, wa shifaa’an min kulli daa’in
Artinya: “Ya Allah, aku mohon ilmu yang bermanfaat, rizki yang luas, dan kesembuhan dari segala penyakit.”
Doa di Bukit Shafa
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ
Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamd, wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir…
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, yang melaksanakan janji-Nya dan membela hamba-Nya.”
Doa Ketika Mendekati Bukit Marwah
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
Innaṣ-ṣafā wal-marwata min sya‘ā’irillāh, faman ḥajjal-baita awi‘tamara falā junāḥa ‘alaihi ayyaṭṭawwafa bihimā, wa man taṭawwa‘a khairan fa innallāha syākirun ‘alīm
Artinya: “Sesungguhnya Ṣafa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui.”
Doa Ziarah Masjid Nabawi
اللَّهُمَّ إِنَّ هٰذَا حَرَمُكَ وَحَرَمُ رَسُولِكَ
Allahumma inna hadza haramuka wa harama rasulika, faj’alni fihi minan naar, wa aminni min ’adzaabika yauma tab’atsu ’ibaadaka…
Artinya: “Ya Allah, negeri ini adalah tanah haram-Mu dan tanah haram Rasul-Mu. Jadikanlah penjaga bagiku dari siksa neraka dan jadikanlah aku termasuk wali-wali-Mu yang taat.”
Doa Setelah Tawaf Wada
اللَّهُمَّ، البَيْتُ بَيْتُكَ، وَالعَبْدُ عَبْدُكَ، وَابْنُ عَبْدِكَ، وَابْنُ أَمَتِكَ، حَمَلْتَنِي عَلَى مَا سَخَّرْتَ لِيْ مِنْ خَلْقِكَ، حَتَّى سَيَّ رْتَنِي فِي بِلَادِكَ، وَبَلَّغْتَنِي بِنِعْمَتِكَ حَتَّى أَعَنْتَنِي عَلَى قَضَاءِ مَنَاسِكِكَ، فَإِنْ كُنْتَ رَضِيْتَ عَنِّي فَازْدَدْ عَنِّي رِضًى، وَإِلَّا فَمُنَّ الآنَ قَبْلَ أَنْ يَنْأَى عَنْ بَيْتِكَ دَارِي، هَذَا أَوَانُ انْصِرَافِي، إِنْ آذَنْتَ لِي غَيْرَ مُسْتَبْدِلٍ بِكَ وَلَا بِبَيْتِكَ، وَلَا رَاغِبٍ عَنْكَ وَلَا عَنْ بَيْتِكَ. اللَّهُمَّ فَأَصْحِبْنِي العَافِيَةَ فِي بَدَنِي وَالعِصْمَةَ فِي دِيْنِي، وَأَحْسِنْ مُنْقَلَبِي، وَارْزُقْنِي طَاعَتَكَ مَا أَبْقَيْتَنِي وَاجْمَعْ لِي خَيْرَيِ الآخِرَةِ وَالدُّنْيَا، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ
Allahumma, al-baytu baytuka, wal-‘abdu ‘abduka, wabnu ‘abdika, wabnu amatika. Hamal-tani ‘ala maa sakhkharta li min khalqika, hatta sayyartani fii bilaadika, wa ballaghtani bini‘matika hatta a‘antani ‘ala qadha’i manaasikika. Fa in kunta radhiita ‘anni fazdad ‘anni ridhaa, wa illa famnun al-aan qabla an yan’a ‘an baytika daari. Hadzaa awaanu inshiraafii in aadhinta li ghaira mustabdilin bika wa laa bibaytika, wa laa raaghibin ‘anka wa laa ‘an baytika. Allahumma fa ashibnii al-‘aafiyata fii badanii wal-‘ishmata fii diinii, wa ahsin munqalabii, warzuqnii thaa‘ataka maa abqaitanii, wajma‘ lii khairayil aakhirati waddunyaa, innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir
Artinya: “Ya Allah, Ka’bah ini adalah rumah-Mu, hamba ini adalah hamba-Mu; putra hamba-Mu [Adam] dan putra hamba-Mu (Hawa), Kau membawaku di atas kendaraan yang Kau tundukkan hingga Kau Jalankan aku di berbagai negeri-Mu, Kau sampaikan aku dengan nikmat-Mu sehingga Kau membantuku dalam melaksanakan manasik-Mu. Jika Kau meridhaiku, tambahkan rida-Mu bagiku. Jika tidak, maka karuniakanlah saat ini sebelum aku meninggalkan rumah-Mu menuju rumahku. Ini waktu keberangkatanku–bila Kau mengizinkanku–bukan untuk menggantikan-Mu dan rumah-Mu, bukan karena membenci-Mu atau rumah-Mu. Ya Allah, temanilah aku dengan kesehatan jasmani dan perlindungan dalam agamaku, baguskan tempat pulangku, karuniakanlah aku ketaatan pada-Mu selama Kau berikan hidup padaku, kumpulkanlah padaku kebaikan dunia dan kebaikan akhirat, sungguh Aku maha kuasa atas segala sesuatu”
Doa Pulang Umroh
Jemaah umroh sangat dianjurkan untuk membaca doa pulang umroh ketika ingin kembali menuju ke tanah air.
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ حَجَّنَاحَجًّامَبْرُوْرًا، وَعُمْرَتَنَاعُمْرَةًمَبْرُوْرًا،وَسَعْيَنَاسَعْيًامَشْكُوْرًا، وَذَنْبَنَاذَنْبًامَغْفُوْرًا، وَعَمَلَنَاعَمَلًاصَالِحًا مَقْبُوْلًا، وَتِجَارَتَنَاتِجَارَةً لَنْتَبُوْرَ، يَا عَالِمَ مَا فِى الصُّدُوْرِأَخْرِجْنَامِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ
Allahummaj ‘al hajjanaa hajjan mab ruro, wa‘umrotana ‘umrotan mab ruro, wasa’ yana sa’yan masykuuro, wadzambanaa dzanban maghfuuro, wa ‘amalanaa ‘amalan sholihan maqbuula, watijaa rotanaa tijaa rotan lan tabuur, yaa ‘aalima maa fis shuduur, akhrij’ naa mina dzulumaati ilannnuur
Artinya: “Ya Allah jadikanlah kami haji yang mabrur. umroh kami yang mabrur, sa’i kami yang disyukuri. dosa kami yang Engkau ampuni. Amal shaleh kami yang Engkau terima dan perdagangan kami perdagangan yang tidak merugi. Wahai Dzat Yang Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hati kita, keluarkan kami dari kegelapan ini menuju cahaya.”
Masjid Nabawi di Madinah — tempat ziarah makam Rasulullah dan pelaksanaan shalat arbain.
9. Checklist Persiapan Umroh Lengkap 2026
Ibadah umroh adalah impian setiap umat Muslim. Butuh persiapan umroh yang matang untuk menunjang kelancaran serta kekhusyukan ibadah selama di Tanah Suci. Salah satu aspek penting dalam persiapan umroh adalah memastikan bahwa Anda sudah membawa semua dokumen dan barang yang diperlukan.
Dokumen Wajib Umroh
Jangan sampai kesempatan berkunjung ke Tanah Suci gagal hanya karena kelalaian tidak membawa dokumen penting. Dokumen umroh tersebut di antaranya adalah;
- Paspor — masa aktif minimal 7 bulan dari tanggal kepulangan
- Visa Umroh — diurus melalui travel penyelenggara resmi (PPIU)
- KTP / Kartu Identitas — asli dan fotokopi
- Kartu Keluarga — fotokopi sebagai validasi hubungan keluarga
- Buku Nikah — wajib bagi pasangan suami istri
- Akta Lahir — untuk jemaah di bawah umur
- Sertifikat Vaksin Meningitis — minimal 2 minggu sebelum keberangkatan
- Sertifikat Vaksin Polio — sesuai ketentuan terbaru Arab Saudi
- Foto 4×6 background putih — minimal 6 lembar
Checklist Perlengkapan Bawaan Umroh
Untuk mempermudah persiapan umroh, berikut adalah checklist perlengkapan umroh yang bisa kamu siapkan sebelum berangkat:
| Kategori | Item | Keterangan |
|---|---|---|
| Pakaian & Ibadah | Kain ihram / Mukena | 2 set |
| Pakaian kasual | Nyaman sesuai cuaca | |
| Sandal nyaman | Untuk tawaf & sa’i (3–5 km jalan) | |
| Kaus kaki (wanita) | Menjaga aurat | |
| Kesehatan | Obat pribadi | Bawa stok lebih dari biasanya |
| Masker | Perlindungan debu & udara panas | |
| Sunscreen SPF tinggi | Suhu Mekkah bisa mencapai 45°C | |
| Hand sanitizer & tisu basah | Ukuran travel, praktis dibawa | |
| Elektronik & Dokumen | Powerbank | Minimal 20.000 mAh |
| Adaptor Saudi (Type G) | Colokan standar British | |
| Fotokopi semua dokumen | Simpan terpisah dari aslinya | |
| Scan digital dokumen | Simpan di Google Drive / email |
Timeline Persiapan Umroh
Perencanaan yang terlalu singkat bisa terasa sangat melelahkan. Membuat timeline persiapan umroh bisa membantu jemaah mengatur semua kebutuhan dengan lebih terstuktur. Berikut panduan lengkap yang bisa menjadi acuan:
Timeline Persiapan Sebelum Berangkat Umroh Selama 6 Bulan
| Waktu | Aktivitas Utama |
|---|---|
| 4–6 bulan sebelum | Pilih travel PPIU resmi, tentukan tanggal keberangkatan & siapkan budget |
| 3 bulan sebelum | Daftar resmi, bayar DP, lengkapi dokumen, lakukan vaksinasi |
| 2 bulan sebelum | Serahkan dokumen ke travel, ikuti manasik umroh, mulai latihan fisik |
| 1 bulan sebelum | Pelunasan biaya, cek visa sudah terbit, siapkan seluruh perlengkapan |
| 1–2 minggu sebelum | Packing sesuai checklist, simpan dokumen dengan aman |
| H-1 | Cek jadwal penerbangan, dokumen di tas jinjing, istirahat cukup |
10. Biaya Umroh 2026: Berapa yang Harus Disiapkan?
Adapun Biaya umroh 2026 2026 mengalami sejumlah penyesuaian. Kisaran biayanya sangat bervariasi, mulai dari Rp27 juta hingga Rp100 juta lebih untuk durasi 9-12 hari. Hal ini sangat bergantung pada jenis paket, kelas hotel, maskapai, dan waktu keberangkatan yang telah disediakan oleh travel umroh selama perjalanan.
| Jenis Paket | Kisaran Harga | Fasilitas Umum | Cocok untuk |
|---|---|---|---|
| Ekonomi / Budget | Rp 27–31 juta | Hotel bintang 3–4 (400–600m dari Masjid), kamar quad | Budget terbatas, fisik kuat |
| Reguler / Standar | Rp 32–38 juta | Hotel bintang 4–5 (150–300m), kamar triple/double | Pilihan paling populer |
| Premium / VIP | Rp 40–55 juta | Hotel bintang 5 (<150m, view Ka’bah), direct flight premium | Lansia, prioritas kenyamanan ekstra |
| Ramadhan (awal) | Rp 36–50 juta | Setara reguler/premium, musim ramai | Yang ingin umroh di bulan suci |
| Ramadhan (10 hari terakhir) | Rp 60–100 juta+ | Premium/VIP, slot sangat terbatas, harga bisa 3× lipat | Mengejar Lailatul Qadar |
Tips Hemat Umroh untuk Milenial
Biaya umroh memang cukup menguras kantong, terutama bagi kalangan milenial. Namun, dengan perencanaan keuangan yang tepat, kamu tetap bisa berangkat umroh tanpa mengganggu kondisi finansial. Berikut tips hemat umroh untuk milenial yang ingin berangkat ke tanah suci:
- Pilih keberangkatan di luar peak season (hindari Ramadhan dan libur sekolah)
- Early booking 6–12 bulan sebelum berangkat untuk promo harga terbaik
- Pilih kamar quad (4 orang) untuk menekan biaya per orang
- Gunakan tabungan umroh syariah untuk perencanaan cicilan yang ringan
- Berangkat dalam rombongan (group) untuk mendapatkan harga khusus dari travel
Temukan Paket Umroh Hana Tours 2026
Paket lengkap harga terbaik, travel resmi terdaftar Kemenag, berpengalaman memberangkatkan ribuan jemaah.
11. Cara Memilih Travel Umroh yang Aman & Terpercaya
Hadirnya banyak travel umroh memudahkan calon jemaah untuk memilih layanan ibadah sesuai dengan keinginan. Namun dibalik itu semua, Kamu tetap perlu lebih cermat sebab tidak sedikit pula oknum-oknum tak bertanggungjawab yang melakukan penipuan. Oleh sebabnya, penting bagi Anda untuk mengetahui cara memilih travel umroh yang resmi dan terpercaya.
Red Flag vs Travel Terpercaya
| 🚩 Red Flag (Waspada!) | ✓ Travel Terpercaya |
|---|---|
| Harga jauh di bawah pasaran tanpa penjelasan | Harga transparan dengan rincian komponen biaya yang jelas |
| Tidak memiliki izin PPIU dari Kemenag | Terdaftar resmi di simpu.kemenag.go.id |
| Tidak ada kantor fisik yang bisa dikunjungi | Memiliki kantor resmi, bisa dikunjungi langsung |
| Minta pembayaran ke rekening pribadi | Pembayaran ke rekening atas nama PT/CV perusahaan |
| Tidak ada program manasik umroh sebelum berangkat | Ada program manasik terstruktur sebelum keberangkatan |
| Testimoni tidak bisa diverifikasi atau terlihat palsu | Banyak testimoni jemaah asli yang dapat dikonfirmasi |
| Desak bayar segera tanpa waktu pertimbangan | Memberikan waktu membaca kontrak & mempertimbangkan keputusan |
Cara Cek Legalitas Travel Umroh
Setelah memahami ciri-cirinya, berikut beberapa langkah praktis untuk melakukan cek legalitas travel umroh secara online :
- Kunjungi https://simpu.kemenag.go.id/ — cari nama travel, pastikan status PPIU aktif
- Minta langsung bukti izin operasional ke pihak travel
- Periksa nomor izin PPIU yang tertera di brosur atau website resmi
- Cek rekam jejak dan testimoni jemaah yang bisa dikonfirmasi
Pertanyaan Penting untuk Ditanyakan ke Travel
Agar lebih yakin bahwa travel yang dipilih benar-benar aman dan terpercaya, ada beberapa pertanyaan penting yang perlu diajukan kepada pihak travel, di antaranya sebagai berikut :
- Berapa nomor PPIU Kemenag kalian?
- Bolehkah saya melihat sampel kontrak/akad pendaftaran?
- Hotel di Mekkah namanya apa dan jaraknya berapa dari Masjidil Haram?
- Penerbangan menggunakan maskapai apa? Apakah direct flight?
- Siapa muthawif / pembimbing ibadahnya?
- Bagaimana kebijakan refund jika ada keadaan darurat?
FAQ Seputar Umroh
QUmroh berapa hari?
ADurasi umroh standar adalah 9–12 hari termasuk perjalanan: 1–2 hari ke Arab Saudi, 5–6 malam di Mekkah, 3–4 malam di Madinah, dan 1–2 hari pulang. Ada juga paket 7 hari (singkat) dan 17–23 hari (Arbain).
QUmroh boleh dilakukan kapan saja?
AYa, umroh bisa dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun, kecuali pada tanggal tertentu menjelang dan selama musim haji (sekitar Dzulqa’dah–Dzulhijjah) ketika visa umroh ditutup sementara oleh pemerintah Arab Saudi.
QBerapa biaya umroh 2026?
ABiaya umroh 2026 berkisar Rp 27 juta – Rp 45 juta per orang untuk paket reguler di luar Ramadhan. Paket Ramadhan bisa lebih mahal 30–100%. Harga bergantung pada jenis hotel, maskapai, dan waktu keberangkatan.
QApakah wanita boleh umroh tanpa mahram?
AYa. Berdasarkan UU No. 14 Tahun 2025 di Indonesia dan kebijakan Arab Saudi sejak 2021, wanita diperbolehkan umroh tanpa mahram selama berangkat dalam rombongan travel resmi (PPIU) yang terpercaya.
QApa beda umroh reguler dan umroh plus?
AUmroh reguler hanya mencakup ibadah di Mekkah dan Madinah. Umroh plus menambahkan destinasi wisata seperti Turki, Dubai, atau Mesir. Harga umroh plus biasanya lebih mahal Rp 10–20 juta dari paket reguler.
QBagaimana cara mendaftar umroh?
APilih travel resmi berlisensi PPIU Kemenag → tentukan paket & jadwal → bayar DP → serahkan dokumen lengkap (paspor, KTP, KK, foto, sertifikat vaksin) → ikuti manasik umroh → lunasi biaya sebelum keberangkatan.
Siap Menjawab Panggilan Baitullah?
Umroh adalah perjalanan spiritual yang membutuhkan persiapan matang. Panduan umroh di atas mencakup semua yang perlu kamu ketahui agar ibadah berjalan lebih terarah, khusyuk, dan sesuai tuntunan. Dengan regulasi terbaru yang semakin memudahkan serta pilihan paket yang beragam, impian berangkat ke Tanah Suci kini semakin nyata.
Ribuan jemaah Indonesia mewujudkan impian berangkat ke Tanah Suci setiap tahunnya.
Penulis
-
SEO Content Writer di Hana Tours (Travel Umroh & Haji) | Menulis ragam artikel informatif seputar umroh & haji sebagai panduan calon jamaah
Lihat semua pos







